JULIUS KUALIU : TUNA NETRA BERSUARA EMAS

“Syukuri apa yang ada

hidup  adalah anugrah

Tetap jalani hidup ini

Melakukan yang terbaik”

Petikan syair bijak dari lagu The Massive ini sangat banyak menginspirasi penggemarnya untuk memotivasi dan menyemangati diri di kala asa mulai patah beranting-ranting. Kekuatan syair dan musik telah menggerakkan jutaan orang untuk bisa berbuat, berlapang hati dan tidak putus asa menghadapi beban hidup. Lagu ini juga mampu memberikan daya kekuatan bagi tuna netra muda bernama Julius Kualiu.

Julius Kualiu (21) merupakan salah warga asrama panti asuhan yang dikelola oleh yayasan Dria Raba. Anak muda ini sempat terdiam dan tergagap-gagap mencoba mengeja nama orang tuanya. Yang dia ingat nama ayahnya hanyalah Corolus dan Ibunya bernama Ibu Lus. Julius kesulitan mengingat nama orang tuanya karena sebagia besar hidupnya dihabiskan di asrama sekolah luar biasa. Kakak dari Imel ini menceritakan keadaan dirinya yang menjadi tuna netra karena kecelakaan akibat terjatuh dari tempat tidur waktu umur dua tahun. Bagi Julius, Ibu Alit Pengasuh Asrama Dria Raba adalah ibu terbaik yang pernah dimilikinya.

TUna Netra Bersuara Emas

Malang melintang  menetap di asrama sekolah luar biasa (SLB), Julius mengatakan “ tinggal di asrama Dria Raba, saya mengalami kemajuan yang pesat. Saya bisa mengekspresikan apa yang saya inginkan. Ibu asrama begitu perhatian, tahu keadaan, perubahan dan perasaan kami. Pihak asrama juga menaruh kepercayaan yang besar kepada kami untuk mandiri, sehingga kami bisa bepergian ke luar asrama baik dengan teman maupun sendiri. Sementara apa pengalaman sewaktu tinggal di asrama di NTT, sangat jauh tertinggal. Pengelola asrama masih menilai kami sebagai orang yang tidak mampu melakukan apapun. Kalau masih tinggal di NTT saya mungkin tidak bisa berkembang seperti sekarang”.

Lajang kelahiran Larantuka Flores NTT ini telah menetap di panti sejak tahun 2007, waktu itu ia masih kelas dua SMP. Kini Julius baru saja memasuki  berada di SMA tahun pertama. Pria berbadan bongsor dan bersuara serak-serak basah ini telah malang melintang menjajal kemampuan di dunia tarik suara. Berulangkali ia memenangkan berbagai lomba tarik suara dari karaoke hingga kejuaran dengan katagori group Band.

Ketika bersekolah di Larantuka, ia meraih juara pertama lomba karaoke tingkat sekolah dasar. Dan ketika SMP juara II lomba menyanyi diraihnya. Bersama dengan group band “Musikalitas” Julius dan kawan-kawan meraih juara pertama dalam festival band yang diselenggarakan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) di Bali pada tahun 2010.

Pada kesempatan yang sama Julius  juga memperkenalkan keadaan asrama mereka yang terbagi menjadi dua bangunan yaitu asrama putra dan asrama putri. Asrama tempat Julius tinggal merupakan sebuah bangsal yang dihuni belasan anak lelaki. Ada dipan yang berjejer disayap kiri dan kanan ruangan. Sedangkan bagian tengah dibatasi dengan lemari pakaian masing-masing anak.  Setelah makan siang biasanya anak asrama tidur siang atau ada juga yang sibuk SMS-an dengan keluarga atau teman dekat mereka.

Anggota  yang lebih besar mengajari yang lebih kecil disiplin hidup  dan kemandirian di asrama. Selain itu, Julius juga menunjukkan program membaca SMS pada handphone anak-anak tuna netra. Pesan dalam SMS akan diterjemahkan  dan dibaca secara otomatis oleh program sehingga para tuna netra pun kini bisa ‘mendengar’ SMS yang kita kirimkan. Begitulah kemajuan teknologi telah memberikan banyak kemudahan.

Saat ditanya tentang Impian dan harapan untuk masa depan,  Julius mengatakan ingin hidup dari bermusik. “ Saya bercita-cita bisa mengembangkan potensi diri saya di dunia tarik suara dan musik. Saya berharap kelak saya bisa mendapatkan beasiswa untuk sekolah dunia musik dan tarik suara yang saya cintai. Saya ingin bermain keyboard dan berharap bisa memiliki instrumen musik sendiri untuk modal kerja”.

This entry was posted in anak berkebutuhan khusus, Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s