KESEHATAN REPRODUKSI DAN NASIB IBU BANGSA

Peran kodrati perempuan sangat besar dalam melahirkan generasi sebuah bangsa. Dari rahim perempuanlah bangsa dan peradaban tercipta. Sayang sekali, potensi luar biasa kaum perempuan tidak selalu mendapat perhatian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, kesehatan repoduksi kaum perempuan merupakan hal yang absolut.

Jutaan perempuan tidak mengetahui potensi diri mereka. Jutaan perempuan tidak tersentuh berbagai akses dan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Jutaan perempuan menerima kodrat mereka tak lebih sebagai mesin pencetak bayi, mengabaikan kesehatan diri dan anak-anak mereka karena multijender yang mereka panggul.Hal inilah yang menjadikan Dr. L.P Upadisari tergerak untuk menjangkau kaum perempuan yang tidak tersentuh akses dan fasilitas kesehatan.  Keprihatinannya terhadap nasib ibu-ibu sebagai masyarakat urban kota menggerakkan istri Dewa Ketut Sudarsana ini untuk mendirikan dan menggerakkan Yayasan Rama Sesana (YRS).  YRS terdaftar di Kesbang dan Linmasda Propinsi Bali  No.220/307/KBPM/org dan memiliki ijin Praktek Tenaga Medis no.V/446/267.U.I/DIKES.

Saat ditemui di lantai empat, ibu tiga putra ini tampak bersahaja dengan tatanan rambut rapi sebahu. Dokter kespro ini setiap hari harus naik-turun tangga karena kantornya berada di lantai 4, sehingga tidak salah penampilannya tetap ramping seperti anak kuliahan. Kebetulan juga,  ibu dari si kembar Dewa Made Agas dan Dewa Nyoman Agre ini tengah back to campuss untuk menyelesaikan S2 di Kesehatan Reproduksi.

Sosok perempuan tangguh yang biasa dipanggil Dokter Sari ini merupakan figur dokter-pejuang perempuan yang tangguh.  Tokoh kelahiran Banjar Blumbang-Kabupaten Bangli ini telah menyerahkan segenap hidupnya untuk kegiatan yayasan yang didirikannya. Pada awalnya, pilihan untuk bekerja sosial pada pelayanan kesehatan masyarakat di pasar sempat disayangkan oleh saudaranya yang juga dokter spesialis.

Namun, keteguhan hatinya menjadikan perempuan yang kerap disapa dengan dokter Sari ini merasakan seperti ada energi besar yang selama ini menggerakkan badan jiwanya untuk selalu membantu para perempuan buruh pasar mendapatkan pelayanan kesehatan.

YRS memiliki  Klinik Kesehatan Reproduksi (Kespro) terletak di Pasar terbesar di Bali yaitu pasar Badung di lantai 4. Kespro ini buka setiap hari Senin-Kamis 09.00-16.00. Khusus hari Jumat, Klinik buka dua shift, pagi 09.00-14.00 dan Jumat Malam pada pukul 19.00-22.00.  Saat ini team  kerja YRS  seorang analis , 2 perawat dan 2 dokter yang bekerja secara paruh waktu.

Dokter Sari tampak cekatan dan ramah menyapa pasien yang berobat ke kliniknya. Rupanya hubungan dokter dengan pengunjung klinik cukup intim ini selalu mengingat nama-nama pengunjung klinik. Dokter Sari didaulat mendapatkan penghargaan dari organisasi internasional ASHOKA karena dedikasi kerjanya.

“ Saya dan team  YRS bekerja untuk menjangkau para perempuan yang tidak memiliki akses informasi, pendidikan dan kesehatan. Penghuni pasar tradisional sebagian besar adalah perempuan yang tidak memiliki pendidikan yang memadai,  ada yang tidak bersekolah, ada yang tidak bisa berbahasa Indonesia.

Direktur YRS saat ini menyatakan saat ini fokuskan kegiatan ditujukan pada advokasi kesehatan reproduksi (kespro) dan mendukung program pemerintah yang pro terhadap kesehatan perempuan.  Selain itu banyak program deteksi dini untuk mencegah berbagai penyakit yang diberikan untuk kaum buruh perempuan di pasar tradisional, seperti kanker serviks dan kanker payudara. Selain itu klinik YRS juga menyediakan konseling perencanaan kehamilan, persiapan selama kehamilan.

MENYULAP SALOK KECANTIKAN MENJADI KLINIK KESPRO

Menjadi dokter kesehatan reproduksi di pasar tradional tentu saja memiliki suka duka. Salah satu pengalaman menarik yang membekas dihati ibu dokter yang baik hati ini ketika kerja kerasnya memberikan pelayanan kesehatan di pasar direspon positif oleh penghuni pasar lainnya. Salah  satu strategi untuk menyiasati kerja sosial di pasar adalah menyulap salon kecantikan menjadi klinik kespro.

“Sekitar tahun 2004 saya dan team YRS bersama-sama menggotong bed tempat pemeriksaan dari lantai empat ke sebuah lorong di lantai dua. Kami menyulap lorong tersebut sebagai tempat pemeriksaan darurat yang hanya ditutup dengan korden. Beruntunglah saya sangat yakin, setiap niatan baik selalu direspon positif. Sehingga, suatu hari datanglah pemilik salon Adelia yaitu pasangan suami istri bapak Agung Yuliarta dan ibu Desak Agung. Diam-diam mereka ternyata memperhatikan kegiatan kami dan prihatin dengan klinik darurat itu. Dan kemudian mereka menawarkan agar kami menggunakan salon mereka  untuk membantu dan menyelamatkan ratusan penghuni pasar yang sebagian besar adalah ibu-ibu bangsa ini”

Keputusan Perempuan adalah Keputusan politik

Kalimat ini terpampang jelas di dinding ruang tunggu klinik YRS. Kalimat ini agaknya menjadi inspirasi bagi Dokter Sari untuk tetap gigih mengajarkan para buruh pasar perempuan arti penting kesehatan diri mereka.

Dimata ibu dari Dewa Putu Agusta, perempuan Bali adalah sosok manusia yang luar biasa ulet, tangguh. Mereka tidak pernah dituntut oleh siapapun untuk bekerja. Mereka memiliki etos kerja yang sangat tinggi, tekun berusaha. Mereka adalah pekerja keras yang hanya memikirkan bagaimana mencari kerja dan uang untuk keberlangsungan keluarga.

Beban yang ditanggung sebagian besar perempuan Bali sangat berat, sehingga mereka sering mengabaikan kesehatan dirinya apalagi kesehatan reproduksinya. Menurutnya, sampai saat ini jumlah politisi yang peduli untuk membuat kebijakan yang pro atau yang benar-benar ditujukan untuk kepentingan pendidikan dan kesehatan perempuan masih minim.

“Seringkali perempuan seperti ini menjadi korban dari situasi, kebijakan politik dari pemerintah, lingkungan. Mereka menjadi objek kepentingan program pemerintah. Kepentingan perempuan seringkali diabaikan padahal dari rahim perempuanlah sebuah bangsa dan peradaban diciptakan. Alat reproduksi perempuan selama ini diperlakuan semata-mata sebagai mesin pencetak bayi. Perempuan Bali harus diajarkan untuk mengenali potensi diri mereka sehingga dapat mengembangkan dirinya. Perempuan harus diajarkan bahwa keputusan politik mereka merupakan keputusan yang penting bagi negara ini.”

Tantangan Dunia Kesehatan Reproduksi

Pengalaman dokter Sari telah teruji selama belasan tahun dalam menangani masalah kespro pada buruh pekerja pasar.  Selama menjalankan kemudi yayasan, direktur YRS ini mengakui tantangan yang dihadapi tidak mudah.

Pertama, YRS harus bekerja lebih keras untuk menginformasikan berbagai isu-isu kesehatan reproduksi termasuk HIV/AIDS. Apalagi, HIV/ AIDS kini telah memasuki rumah-rumah tangga dan mengintai nasib para perempuan dan keluarga mereka.

Kedua, buruh pasar termasuk kelompok dengan mobilitas tinggi, berasal atau tinggal dari berbagai pelosok desa sehingga memantau kesehatan mereka tidak mudah. Ketiga, SDM dari YSR diakui masih perlu dikuatkan karena mereka dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang luar biasa dan up-to-date dengan informasi Kespro.

Saat ini team kerja YSR masih terbatas dan harus menjangkau begitu banyak buruh di pasar, sementara tidak banyak orang yang mau bekerja di tengah pasar. Keempat, program kerja YSR merupakan kegiatan yang harus dilakukan berkesinambungan dan membutuhkan dana yang sangat besar, sementara masyarakat yang dijangkau adalah kelompok miskin kota. Subsidi silang tidak cukup untuk digunakan untuk mengatasi masalah kespro.

IMPIAN DOKTER SARI

Dokter Sari sangat antusias ketika menceritakan permasalahan yang dihadapi klien serta impiannya untuk membuat sebuah perubahan agar perempuan bisa menghargai dirinya.

Di masa depan saya ingin memberikan latihan pengembangan kepribadian bagi kaum burh perempuan selain memberikan pendidikan kesehatan reproduksi. Ini menjadi penting agar hubungan antara pasangan suami istri mereka dapat lebih harmonis. Para perempuan harus diajarkan untuk merawat diri sebagai cara untuk lebih menghargai diri dan pasangannya. Ini akan membantu mereka mencegah perselingkuhan dan penularan penyakit yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi mereka. Tidak sedikit klien kami datang untuk curhat tentang suami-suami mereka yang memiliki wanita idaman lain (WIL) dan mereka cemas jika tertular penyakit”

Mengenal Kanker Leher Rahim (kanker serviks)

Kanker serviks paling banyak ditemukan menyerang perempuan. kanker leher rahim diduga disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV) yang beresiko menimbulkan genetikal wats (kutil kelamin) yang biasa juga disebut dengan Kandiloma Akuminata. Gejala yang ditimbulkan ketika sel kanker serviks yang abnormal menjadi ganas dan menyusup ke jaringan sekitarnya, yaitu  Pendarahan di luar menstruasi, keputihan dan sakit saat berhubungan seksual.

Sedangkan gejala kanker stadium lanjut yaitu : nafsu makan berkurang, penurunan berat badan, kelelahan, nyeri panggul, punggung dan tungkai da dari vagina  terjadi pendarahan dan bau yang tidak sedap. Jika seorang perempuan mengalami gejala seperti itu dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke klinik kesehatan reproduksi (kespro) sehingga kelainan yang terjadi dapat dideteksi sejak dini.

Kanker Serviks dan berbagai infeksi  pada alat reproduksi perempuan dapat dideteksi secara dini melalui pemeriksaan Pap Smear dan tidak menimbulkan rasa sakit. Pemeriksaan dilakukan dengan memasukkan spekulum ke bagian dalam alat reproduksi perempuan.

Pap Smear dilakukan pada perempuan yang berusia 18-70 tahun, telah melakukan hubungan seksual, menikah dan berhubungan seksual pada umur di bawah 20 tahun,  pernah melahirkan lebih dari tiga kali, pernah memakai alat kontrasepsi lebih dari lima tahun terutama yang memakai IUD dan hormonal, berganti-ganti pasangan dan mereka yang memiliki gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas.  Pemeriksaan Pap Smear harus dilakukan secara teratur 1-2 kali setahun dan tergantung hasil laboratorium. Pap Smear data dilakukan setelah seorang tidak dalam kondisi haid, tidak melakukan hubungan seksual minimal 2 hari dan tidak sedang menjalani pengobatan melalui vagina.

Sebenarnya, bila ditemukan pada stadium awal, kanker leher rahim dapat disembuhkan 100% namun faktanya, kanker ini baru ditemukan pada stadium lanjut yang berakibat fatal pada kematian.

This entry was posted in peradaban, REPRODUKSI, Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s