Uang Kepeng Bali Produksi Kamasan Bali

Kamasan Bali pada awalnya merupakan pilot poject dari Bali Heritage Trust yang dipercayakan untuk mencetak uang kepeng Bali. Projek ini sepenuhnya dibiaya oleh Bank Dunia. Uang kepeng dalam memainkan peranan yang sangat penting dalam kegiatan ritual masyarakat Hindu-Bali.

Diperkirakan, bahwa uang kepeng tertua yang pernah ditemukan di Bali berangka tahun 118 SM. Uang kepeng yang dikenal masyarakat biasanya berhurup cina dan berwarna hitam dan ada lubang didalamnya sehingga disebut juga dengan ”Pis Bolong”.  Dalam perkembangannya, banyak uang kepeng palsu yang beredar di masyarakat. Kamasan Bali dipercaya untuk mencetak uang kepeng Bali yang bertuliskan dengan hurup suci Bali dan gambar Padma.

Hurup pada bagian depan tertulis  panca aksara (sa, ba, ta, a) dan pada bagian belakang tertulis dwi aksara (ang, ah) yang melambangkan  dualisme : rwa bhineda, purusa-predana dan akasa-pretiwi. Sedangkan bunga padma berkelopka delapan helai (asta dala) pada uang kepeng melambangkan sembilan dewata, Dewata Nawa Sanga. Lubang kosong merupakan pusat putaran.

”Maka sejak, 24 April 2004 (setelah sekian masa), pada masa pemerintahan Gubernur Bali, Dewa Made Berata dan Bupati Klungkung I Putu Candra SH, Masyarakat Bali akhirnya memiliki mata uang kepeng sendiri yang diproduksi oleh para pande dari Tojan Klungkung. Proses pembuatan mata uang  kepeng ini juga berkat pengetahuan yang diperoleh dari Pendeta Kristen Pendeta Mathias dari Juana Kabupaten Pati Jawa Tengah” demikian penuturan Direktur UD.Kamasan Bali, I Made Sukma Swacita.

Suami dari I Nyoman Adnyani ini menambahkan ”banyak orang bisa mencetak uang kepeng. Tetapi, Kamasan Bali mengawali pembuatan uang kepeng Bali pertama dengan memohon pemberkatan  dari Ide Betare di Pura Besakih dan Pura Batur disaksikan oleh Ide Perande se-Bali, Gubernur Bali dan Bali Heritage Trust agar uang tersebut dapat digunakan oleh Pemedek (umat) Hindu Bali untuk perlengkapan upacara.Jadi uang kepeng buatan Kamasan Bali merupakan uang kepeng yang telah mendapat otorisasi dari peemrintah dan para orang suci”.

Uang Kepeng Kamasan Bali dipastikan dibuat dengan 5 material Logam yang disebut dengan Panca Datu (lima kekuatan hidup yang dipengaruhi oleh kekuatan panca dewata, yakni:

Besi / iron (Dewa Wisnu, berwarna hitam) berstana di Utara

Perak / silver (Dewa Iswara, berwarna  putih) berstana di Timur

Tembaga/ bronze (Dewa Brahma, berwarna merah) berstana di Selatan

Emas /gold (Dewa Mahadewa, berwarna kuning) berada di Barat

Perunggu-kuningan / cooper (Dewa Siwa, berwarna-warni) berada di Tengah.

Kamasan Bali telah meraih berbagai prestasi salah satunya adalah tercatat dalam rekor Muri tentang uang kepeng terbesar. ”Kurs mata uang kepeng saat ini ada dua. Mata uang kepeng yang dicetak hitam harga perkeping Rp. 700,- dan yang uang kepeng yang berwarna kuning Rp. 800,- per keping. Selain mencetak uang kepeng, Kamasan Bali juga mencetak berbagai perlengkapan upacara, seperti : pretima, capah, bandrang, pedamaran, gegaluh, pelangkiran, pabuan, bajra, keris dan sebagainya” demikian informasi ayah dari I Gede Andika Prayatna ini menutup perbincangan.

Kamasan Bali

(UD. Kamasan Bali)

Industri Uang Kepeng

Alamat :

Banjar Jelantik Kori Batu

Ds. Tojan-Klungkung-Bali

Telepon : (0366)24781

Direktur : I Made Sukma Swacita

This entry was posted in peradaban and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s